Ciamis Service Car

Servis Mobil Ciamis Bengkel Mobil Konsultasi Masalah Mobil Hotline +6285222900567

Tuesday, November 16, 2010

 

Membersihkan Noda Jok Mobil

Anak adalah buah hati orang tuanya, dan mereka kerap kali dibawa kemanapun sang ibu pergi (terutama bila berkendaraan). Bepergian tersebut juga memerlukan persiapan khusus, diantaranya adalah membawa bekal untuk makan/minum anak, atau pakaian ganti. Untuk balita, satu benda yang tidak pernah tertinggal adalah botol susu/minuman. Nah, minum susu dalam perjalanan ini yang kerap menjadi bencana kecil, karena kondisi jalan atau hal lain, susu sering kali tumpah di atas jok mobil Anda.Kejadian ini sering kali tidak diambil pusing, namun jangan salah. Mendiamkan noda susu atau minuman (kecuali air putih) hingga merembes ke dalam jok hanya akan membuat bau asam atau tidak sedap tercium. Ini dapat menimbulkan jamur dan menarik perhatian hewan-hewan menjijikkan seperti kecoa masuk ke dalam mobil. Belum lagi, noda tersebut akan membuat kusam. Untuk mengatasinya, ada kiat-kiat tertentu yang bisa dilakukan, tentunya dengan meluangkan sedikit waktu Anda.

Ada beberapa alat yang dapat digunakan dan dapat diperoleh dari sekitar rumah, yaitu sikat besar, sikat gigi, kain serbet, kain putih, sprayer, air berisi sabun deterjen, dan terakhir vacuum-cleaner. Kemudian perhatikan tipe jok mobil Anda, ada dua bahan : kulit dan kain, yang masing-masing memerlukan penanganan berbeda. Untuk jok kain, yang perlu dicermati adalah sifatnya yang cepat menyerap air/merembes, sehingga perlu penanganan yang cepat. Sementara untuk yang jenis kulit akan lebih mudah, mengingat sifatnya yang lambat menyerap air. Selain itu, sebagai pencegahan kejadian serupa terulang di kemudian hari, ada baiknya bila jok dilapisi oleh cover setiap kali mengajak buah hati.Tips membersikan jok mobil dari noda susu :

1. Bersihkan jok denga mesin penyedot debu.
2. Seprotkan deterjen ke jok mobil.
3. Sikat jok mobil sampai noda hilang.
4. Keringkan dengan menggunakan penyedot debu.
5. Semprotkan pengharum mobil.
6. Gunakan penutup jok untuk menghindari jok mobil dari noda.


Saturday, November 13, 2010

 

BODY & CHASSIS REPAIR

Saat ini terdapat 2 pilihan dalam perbaikan mobil, yaitu "BENGKEL BODY REPAIR" dan "BENGKEL KETOK MAGIC/HALUS". Masing-masing bengkel memiliki metode perbaikan yang berbeda, seperti bengkel ketok magic menggunakan metode "Ketok Halus" dan bengkel body repair menggunakan metode "Ketok Las" dalam memperbaiki body atau chassis mobil yang rusak. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, namun pada prinsipnya kedua metode tersebut bertujuan sama yaitu memperbaiki body - chassis agar dapat di rekondisi seperti sebelumnya.

Pada setiap proses perbaikan body maupun chassis, hasil akhir sangat tergantung kepada pengalaman/keahlian pekerja dan metode perbaikan yang diterapkan. Tidak semua bengkel dapat menerapkan metode ketok las dan ketok halus secara bersamaan, karena terdapat keterbatasan tenaga ahli ketok halus saat ini. Pada umumnya bengkel menerapkan hanya satu metode saja yaitu ketok las untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada body dan chassis.
Menggabungkan kemampuan metode ketok halus dan tehnik ketok las adalah improvisasi dari Bengkel Berkah Motor dalam memaksimalkan proses perbaikan pada setiap mobil pelanggan. Kami yakin, keberadaan dua metode tersebut akan saling mendukung satu sama lainnya pada setiap proses perbaikan body maupun chassis kendaraan.

Contoh Pengerjaan Chassis Repair:
Dalam memperbaiki chassis kendaraan yang bengkok; perbaikan dengan metode ketok halus (Pressing) sangat tepat untuk menjaga dan mempertahankan kekuatan chassis tersebut. Sebaliknya bila bagian chassis patah, terlipat, atau putus maka metode ketok las diperlukan untuk memperbaiki chassis tersebut.

Contoh Pengerjaan Body Repair:
Body kendaraan penyok dan plat body tidak memuai/terlipat, maka metode ketok halus sangat tepat dilakukan untuk memperbaiki body tersebut tanpa merusak permukaan plat/cat (keorisilan tetap terjaga). Sebaliknya bila kondisi plat body memuai/terlipat maka untuk memperbaiki body kendaraan tersebut diperlukan metode ketok las dan kemudian dirapikan dengan metode ketok halus.

 

Penyebab Getaran Mesin Terasa Ke Kabin

Mesin mobil yang menyala pastinya memang menimbulkan getaran pada mobil, tapi jika getaran yang dihasilkan oleh mesin sudah terasa hingga ke dalam kabin tentunya dapat mengganggu kenyamanan saat berkendara, bahkan dapat membuat hingga kepala pening karena getarannya menimbulkan suara dengung yang tidak enak. Hal seperti ini biasanya terjadi pada saat putaran mesin rendah dan besar kemungkinan mulai dirasakan pada mobil yang umurnya sudah diatas 10 tahun. Mungkin SO mania termasuk salah satu pemilik mobil yang merasakan dan mengeluhkan hal ini.

Terjadinya getaran mesin mobil yang terlalu besar hingga dirasakan sampai ke dalam kabin dapat disebabkan beberapa hal, yaitu akibat :
  • Settingan mesin tidak tepat : Settingan mesin jelas sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin, oleh karena itu settingan atau setelan mesin mobil, mulai dari timing pengapian, stasioner, katup haruslah dilakukan dengan tepat dan akurat. Karena jika tidak akurat dapat membuat putaran mesin berjalan tidak stabil yang ditandai dengan naik turunnya jarum RPM sehingga tidak dapat langsam. Jika hal ini terjadi otomatis getaran mesin akan terasa lebih besar.
  • Busi rusak dan suplai bensin tidak lancar : Busi yang sudah rusak dapat mengakibatkan pengapian tidak sempurna ataupun pincang dan suplai bensin yang tidak lancar juga menyebabkan mesin tersendat sendat, akibat dari kedua hal ini getaran mesin juga menjadi lebih besar.
 Busi rusak
Busi rusak

  • Kampas kopling dan silinder mesin mulai aus : Kampas kopling yang aus menyebabkan penyaluran tenaga mesin tidak maksimal karena terjadi kopling selip. Akibat dari ini getaran pada girbox menjadi lebih besar dan membuat getaran mesin yang sangat besar hingga ke dalam kabin. Selain kopling, silinder atau piston yang mulai aus juga membuat mesin tidak bertenaga dan bergetar akibat piston yang sudah goyang.
  • Mounting mesin dan bantalannya bermasalah : Hal ini yang paling banyak menyebabkan getaran mesin mobil terasa hingga ke dalam kabin. Karena fungsinya dalam meredam getaran mesin agar tidak masuk ke kabin sangat besar. Umumnya getaran mesin yang masuk ke kabin terjadi dikarenakan baut mounting mesin ke sasis kendur atau bantalannya yang terbuat dari karet sudah pecah ataupun getas, sehingga guncangan dari mesin yang menyala tidak terkontrol teredam dengan baik.
 Mounting mesin dan bantalannya bermasalah
Mounting mesin dan bantalannya bermasalah

Jadi, untuk mengatasi masalah getaran mesin yang terasa hingga kekabin, SO mania harus segera memeriksa bagian-bagian yang dapat menjadi penyebabnya, setelah mengetahui apa penyebabnya segera perbaiki atau mengganti komponen yang rusak atau memang sudah saatnya harus diganti. Tune Up mesin mobil secara teratur juga ampuh untuk menghindari terjadinya getaran mesin yang berlebih akibat kerusakan komponen mesin. Sebagai tambahan untuk meredam bising suara mesin, SO mania juga dapat menambahkan peredam tambahan khusus mobil yang biasanya terbuat dari bahan aspalt.

 

Cara Menguras Dan Mengisi Air Radiator Sendiri


Jika mesin mobil mogok karena overheat, pastinya kejadian tersebut akan sangat menjengkelkan dan dapat merusak mesin, namun sebenarnya kejadian ini bisa dihindari jika radiator dan sistem pendingin selalu diperhatikan dan dirawat dengan baik, karena komponen ini termasuk bagian penting untuk menjaga sushu mesin tetap pada batas aman.
Untuk merawat radiator, salah satu cara yang biasa dan bisa dilakukan sendiri adalah menjaga volume air radiator dan menguras air radiator secara berkala, setiap 40.000 Km atau 1 tahun sekali jika mobil jarang dipakai.

Nah..untuk melakukannya sendiri, ada langkah tepat agar tidak salah, berikut ini langkah-langkah dalam menguras dan mengisi ulang air radiator :

1. Buka sumbat radiator (letaknya di bagian bawah radiator), lalu buka tutup radiator dan biarkan air radiator lama mengalir keluar sampai habis bersama kerak atau kotoran radiator.
2. Setelah semua air keluar, tutup kembali sumbat radiator dan mulailah menuangkan air dari lubang pengisian radiator diatas sampai penuh (paling baik menggunakan air hasil penyulingan khusus untuk radiator atau menggunakan cairan radiator coolant). Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan katup pembuang udara seperti Avanza atau Xenia, pada waktu mengisi air, katup ini dibuka hingga air keluar melalui katup ini.
3. Setelah penuh, silakan menutup kembali lubang pengisian radiator rapat-rapat.
Image
4. Hidupkan mesin dengan posisi AC off. Biarkan mesin hidup beberapa saat sampai kipas elektrik berputar agar air radiator bersirkulasi hingga ke dalam mesin untuk kebutuhan sistem pendingin, lalu matikan kembali mesin. Jangan lupa, di tahap ini anda harus memeriksa selalu suhu mesin pada indikator temperatur di dashboard saat mesin menyala, dan segera matikan mesin bila temperatur naik melewati batas. Untuk kendaraan yang tidak menggunakan kipas elektrik, bisa dengan melihat indikator temperatur di dashboard sampai jarum menunjuk posisi setengah.
5. Setelah mesin kembali dingin, buka kembali penutup radiator, lalu periksa kembali apakah volume air masih tampak penuh. Jika ya, berarti proses mengisi air radiator telah selesai dan anda bisa langsung ke langkah no 7. Tapi jika tidak, tambahkan kembali sampai batas mencapai maksimum.
6. Tutup kembali radiator dan ulangi langkah 4-5 di atas.
7. Periksa juga volume air di tangki cadangan air radiator, kuras juga jika terlihat telah kotor. Pastikan permukaan air cadangan harus di atas batas "minimum" dalam takaran tangki cadangan. Tangki cadangan air radiator harus diisi dengan air atau cairan radiator coolant yang sama.

Untuk selanjutnya, selalu pastikan terlebih dahulu volume air radiator selalu cukup sebelum mobil dipakai. Selamat mencoba.

 

Teknik Pengereman Yang Baik Dan Aman


Rem adalah bagian paling penting pada sebuah kendaraan bermotor, karena fungsinya untuk mengendalikan dan menghentikan laju kendaraan, pada mobil rem dikendalikan melalui pedal rem. Oleh karena itu pedal rem termasuk perangkat penting yang pasti kita gunakan tiap kali berkendara.
Meskipun sangat akrab dan kita perlukan untuk mengontrol kecepatan kendaraan, ternyata penggunaan pedal rem untuk pengereman tidak cukup sekadar asal injak saja. Ada tata cara pengereman yang sebaiknya diterapkan dan dikuasai dengan baik demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Untuk itu ada tiga poin yang harus kita perhatikan saat melakukan pengereman, yaitu :

1. Injaklah pedal rem secara halus, bukan mendadak dan sekali tekan. Penginjakan pedal rem yang mendadak dapat memungkinkan rem mengunci ban. Ini sangat berbahaya karena akan menyulitkan pengemudi dalam mengontrol arah mobil. Bagi pengendara yang mobilnya sudah dilengkapi dengan ABS (anti-lock braking system), ban terkunci akibat pengereman tidak akan terjadi bila kondisi ABS dalam keadaan normal. Meskipun telah dilengkapi ABS, sebaiknya menginjak pedal rem memang tidak secara mendadak. Kecuali, objek di sekitar kita memang muncul secara tiba-tiba sehingga kita harus secara drastis segera mengurangi atau menghentikan laju mobil.
Image
2. Jangan menekan pedal kopling secara penuh saat menginjak pedal rem. Mirip dengan poin satu, jika pedal kopling diinjak secara penuh, efek engine brake menjadi tidak ada dan kita juga akan kesulitan mengendalikan laju kendaraan, tentunya ini hanya berlaku pada mobil transmisi manual.

3. Bantu pengereman dengan menggunakan engine brake. Caranya, selain menginjak pedal rem, setelah kecepatan kendaraan turun lakukan juga penurunan perseneling ke gigi yang lebih rendah. Engine brake membantu kita lebih menghemat kanvas rem. Menurunkan persneling ke gigi yang lebih rendah tentunya tidak bisa dilakukan pada mobil matic oleh karena persneling sudah berpindah secara otomatis sesuai putaran mesin, sehingga engine brake sangat minim didapat.

Seperti disebutkan pada poin ketiga, selain terkait dengan masalah keselamatan, teknik mengerem ini juga perlu kita lakukan dalam rangka lebih memperpanjang usia komponen pada sistem pengereman, terutama kanvas rem.

Selain dari 3 point tersebut, yang paling penting sebagai pengemudi kita harus bisa mengatur jarak aman agar terhindar dari tabrakan atau benturan di jalan, usahakan tetap mengontrol diri saat melakukan pengereman, terutama saat mendadak. Karena, pengereman akan sangat optimal kondisi pengemudi tidak panik. 

 

Jangan Musuhi Pengendara Sepeda Motor

Ada rahasia umum yang sering terdengar mengenai "permusuhan terselubung" di jalan raya, terutama antara pengendara mobil dan pengendara sepeda motor (bikers). Bagi para pengemudi mobil tentunya akan sangat merasa dibuat kesal jika ada bikers yang berkendara secara ugal-ugalan alias sruntulan didekatnya, karena khawatir akan menimbulkan kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan kedua belah pihak atau bahkan pengendara lain disekitar.

Nah, daripada memandang negatif atau bahkan bersikap memusuhi pengendara sepeda motor, alangkah lebih baik dan bijak jika kita mengenali karakter dan gaya mereka secara umum saat mengendarai sepeda motor. Sebab, tidak semua pengendara sepeda motor ugal-ugalan di jalan raya, terlebih saat ini banyak juga klub sepeda motor yang rutin mengedukasi para anggotanya agar berkendara secara aman dan sopan.

Dalam kacamata defensive driving, pendekatan ini jauh lebih aman dan mencegah kita terlibat atau menjadi korban kecelakaan. Jadi, mengenali gaya berkendara bikers yang ugal-ugalan juga makin terasa penting karena dari tahun ke tahun jumlahnya juga semakin meningkat.

Berikut ini beberapa karakter umum bikers ugal-ugalan yang perlu kita ketahui:

1. Belok kiri atau kanan hanya dengan menoleh. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang tidak mengandalkan kaca spion untuk mengetahui kondisi jalan di sekitarnya. Bukan hanya karena ukuran kaca spion sepeda motor yang kecil, bahkan untuk kelincahan mereka di ruang yang sempit, kaca spion seringkali dengan sengaja mereka copot. Untuk mengetahui ada tidaknya kendaraan di sekitar, biasanya mereka langsung menoleh ke kiri dan ke kanan. Nah, kita dapat mengantisipasi jalur yang akan mereka ambil dengan melihat ke arah mana kepala (helm) mereka menoleh.

2. Selalu memanfaatkan ruang yang terbuka untuk mereka lalui. Kasus senggolan dengan sepeda motor juga seringkali terjadi saat kita hendak mutar balik melintasi U turn. Bukan tak mungkin sepeda motor yang semula berada di belakang, tanpa sepengetahuan kita yang sedang menunggu jalur aman, tiba-tiba motor sudah berada di samping kanan kita. Karena itu, tetaplah tengok sebelah kanan lagi ketika akan melintas.

3. Berusaha antri di posisi paling depan. Ini biasa terjadi di persimpangan jalan, saat traffic light berwarna merah. Dengan ukurannya yang lebih ramping dan berusaha memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia, pengendara sepeda motor pada umumnya akan berusaha tetap menjalankan motornya agar bisa di posisi paling depan. Karena itu, ada dua pilihan: beri ruang untuk mereka lewat agar mobil tidak tergores, atau jika terpaksa tutup saja akses agar mereka tidak mencoba melewati.

4. Manuver mendadak di tengah jalan. Berbeda dengan reaksi pengendara mobil yang biasanya lebih memilih tetap di jalur sambil melambatkan laju kendaraan, karena pertimbangan body sepeda motor yang lebih ramping, bikers biasanya lebih memilih bermanuver jika mendadak melintasi jalan rusak (misalnya, lubang). Karena itu, hati-hati jika berkendara di samping mereka. Lebih baik beri jarak aman agar tidak terjadi kecelakaan saat mereka bermanuver.

5. Rasa bangga saat beriring-iringan dalam komunitasnya. Bila kebetulan bertemu dengan iring-iringan (konvoi) klub sepeda motor, jangan panik atau emosi. Akan lebih baik jika kita membiarkan mereka berlalu mendahului kita.

 

Kembang ban bisa selamatkan jiwa

Mengemudi mobil di tengah guyuran hujan sudah tentu membuat daya cengkeram ban berkurang  akibat air yang turun akan melapisi permukaan jalan. Jika kurang hati-hati, mobil yang dikendarai dapat mengalami kecelakaan lalu-lintas akibat kehilangan traksi pada permukaan jalan.

Karena itu, langkah pertama yang harus dicamkan bila berkendara di tengah guyuran hujan adalah mengurangi kecepatan. Kami sarankan agar kecepatan cukup berkisar di angka 40 hingga 60 km per jam agar mobil lebih mudah dikendalikan saat melaju maupun bermanuver.

Selanjutnya, untuk melengkapi pencegahan kecelakaan berkendara saat hujan adalah dengan  memperhatikan kembang ban, apakah ketebalannya masih layak atau sudah buruk?..Bila perlu, gantilah ban mobil yang sudah tampak botak. Di setiap dinding ban ada tanda (Tyre Indicator) yang dapat dijadikan patokan menentukan sudah aus atau tidaknya ban. Ini dikarenakan kembang ban membuat permukaan ban tidak rata dan inilah yang membuat gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi tidak licin sehingga ban mobil tidak selip.

Terkait dengan kembang adalah alurnya (pattern). Ban dengan spesifikasi mud terrain (MT) sangat tidak direkomendasi untuk musim hujan, gunakan ban dengan spesifikasi minimal All Terrain (AT). Di Indonesia, untungnya masalah ini tidak terlalu menjadi persoalan. Karena biasanya produsen ban sudah memasarkan ban yang dicocokkan dengan dua musim di Indonesia, yaitu hujan dan panas.

Selain mengurangi kecepatan dan memperhatikan kembang ban, periksa pula tekanan anginnya dan sesuaikan berapa besar tekanan yang dianjurkan pabrikan. Ban yang kurang tekanan mengakibatkan kontur tengah permukaan terdorong ke atas (tidak menempel ke permukaan jalan). Sehingga, ban yang kurang tekanan angin otomatis juga akan semakin menurunkan daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Tapi jangan terlalu tinggi juga. Tekanan ban yang melebihi standar dapat mempercepat keausan ban, terutama di bagian tengah.

Faktor-faktor lain seperti kondisi rem untuk mengatur laju kendaraan, kondisi wiper agar pandangan tetap jernih, fungsi lampu-lampu juga tetap penting untuk diperhatikan.

 
Sibuk dan gak sempat ke bengkel untuk rawat mobil anda? Kini sudah hadir Fefey Ciamis Car Mobile Service (FCCMS) yang berlokasi di Buniseuri KM 12, Ciamis. FCCMS adalah bengkel (umum) berjalan pertama di Ciamis.

Archives

November 2010   September 2011   October 2011   November 2011   October 2024  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?